Kamis, 04 November 2010

KONVERSI SUDUT

KONVERSI SUDUT


2.1       Konversi Ukuran Sudut
Khususnya dalam dunia ilmu alam ukuran sudut merupakan salah satu ukuran yang penting. meski bukan merupakan satuan dasar (karena bisa diungkapkan dalam bentuk lain seperti ukuran sisi-sisi segitiga), ukuran sudut sangat praktis dan umum dipakai. Untuk ukuran sudut ini dikenal dua satuan ukuran yaitu derajat dan radian. Untuk melakukan konversi diantara kedua satuan tersebut bisa dipakai program dibawah.
Definisi dari satuan sudut yang sudah umum dikenal adalah derajat, yang menunjukkan besar putaran pada suatu ligkaran dengan titik pusat P seperti gambar di bawah. Selain satuan derajat, terutama dalam ilmu alam sering dipakai satuan radian (disingkat : rad). Satuan ini didefisikan sebagai panjang panjang garis lengkung pada suatu lingkaran seperti pada gambar di bawah dimana panjang jari-jari adalah 1 (satu). Sehingga diperoleh hubungan antara satuan derajat dan radian seperti tertulis di bawah.

2.2       Trigonometri
            Studi tentang trigonometri sebagai cabang matematika, lepas dari astronomi pertama kali diberikan oleh Nashiruddin al-Tusi (1201-1274), lewat bukunya Treatise on the quadrilateral. Bahkan dalam buku ini ia untuk pertama kali memperlihatkan keenam perbandingan trigonometri lewat sebuah segitiga siku-siku (hanya masih dalam trigonometri sferis). Menurut O`Conners dan Robertson, mungkin ia pula yang pertama memperkenalkan Aturan Sinus (di bidang datar).
Di Arab dan kebanyakan daerah muslim, trigonometri berkembang dengan pesat tidak saja karena alasan astronomi tetapi juga untuk kebutuhan ibadah. Seperti diketahui, orang muslim jika melakukan ibadah sholat, harus menghadap ke arah Qiblat, suatu bangunan di kota Mekkah. Para matematikawan muslim lalu membuat tabel trigonometri untuk kebutuhan tersebut. 
Konsep trigonometri pada pembahasan ini diawali dengan perbandingan trigonometri suatu sudut pada segitiga siku-siku.

Sifat fungsi terhadap kuadran

Setelah sudut disederhanakan, kita juga mesti memerhatikan sifat fungsi terhadap kuadran posisi ia berada. perhatikan gambar berikut :
pada kuadran I ( besar sudut antara 0-90 ), semua fungsi bernilai positif,
pada kuadran II ( besar sudut antara 90-180 ), fungsi sin bernilai positif yang lain negatif,
pada kuadran III ( besar sudut antara 180-270), fungsi tan bernilai positif yang lain negatif,
pada kuadran IV ( besar sudut antara 270-360), fungsi cos bernilai positif yang lain negatif.

2.3       Geologi Struktur
            Geologi struktur adalah studi mengenai distribusi tiga dimensi tubuh batuan dan permukaannya yang datar ataupun terlipat, beserta susunan internalnya.
Gambar 1
Struktur Geologi
Geologi struktur mencakup bentuk permukaan yang juga dibahas pada studi geomorfologi, metamorfisme dan geologi rekayasa. Dengan mempelajari struktur tiga dimensi batuan dan daerah, dapat dibuat kesimpulan mengenai sejarah tektonik, lingkungan geologi pada masa lampau dan kejadian deformasinya. Hal ini dapat dipadukan pada waktu dengan menggunakan kontrol stratigrafi maupun geokronologi, untuk menentukan waktu pembentukan struktur tersebut.
            Secara lebih formal dinyatakan sebagai cabang geologi yang berhubungan dengan proses geologi dimana suatu gaya telah menyebabkan transformasi bentuk, susunan, atau struktur internal batuan kedalam bentuk, susunan, atau susunan intenal yang lain.

2.3.1    Faktor Pembentukan Struktur Geologi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses suatu pembentukan struktur geologi dari batuan yaitu : Sifat elastisitas batuan, resistivity, plastisitas dan viskositas. Faktor-faktor lain seperti : Pori-pori batuan dan tekstur batuan. Suatu struktur geologi dapat terbentuk akibat suatu gaya-gaya yang terjadi, yaitu:
  1. Tensi (gaya tarik)
  2. Kompresi (gaya tekan)
  3. Kopel (gaya ganda)
  4. Torsi (gaya Putar)
Gaya berupa kompresi dapat menghasilkan struktur berupa perlipatan, pensesaran, dan penunjaman. Sedangkan gaya berupa tensi menghasilkan struktur berupa patahan.
Gambar 2
Gambar Perlipatan

A.           Cabang‑cabang Ilmu Geologi
Cakupan dari ilmu geologi sangat luas seperti yang tersebut dalam definisinya, yaitu mempelajari bumi seutuhnya. Sehingga untuk memudahkan dalam mempelajari bumi, maka ilmu geologi dapat dipecah menjadi beberapa cabang ilmu yang masing-masing dapat dipelajari sendiri‑sendiri. Cabang‑cabang ilmu geologi semakin bertambah seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi.Cabang‑cabang utama dari ilmu geologi adalah:
a)    Mineralogi dan Petrologi, yaitu ilmu yang mempelajari mineral dan batuansebagai penyusun kerak bumi. Mineralogi mempelajari mineral-mineral yang membentuk batuan, termasuk di dalamnya juga aspek spesialisasi dalam mineralogi adalah kristalografi. Sedangkan petrologi mempelajari asalmula kejadian dan klassifikasi dari batuan.
b)    Paleontologi yaitu ilmu tentang kehidupan masa lalu. Dalam paleontologi dipelajari juga semua aspek kehidupan fosil yang dijumpai dalam batuan Dari fosil akan dapat diketahui evolusi kehidupan yang pernah terjadi sejak adanya kehidupan di bumi ini hingga sekarang. Selain itu, fosil dapat digunakan juga untuk mengetahui kondisi lingkungan di masa lampau.
c)    Geomorfologi merupakan ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk bentang alam permukaan bumi, termasuk proses-proses yang terjadi padanya.
d)    Geologi Strukturadalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk struktur bagian dalam bumi dandibagian dalam bumi yang membentuknya.
e)    Stratigrafi ilmu yang mempelajari urutan pembentukan batuan penyusun kerak bumi, terutama untuk batuan-batuan yang berlapis. Dengan mempelajari stratigrafi, dapat diketahui sejarah geology dari bumi kita ini. Stratigrafi sangat berhubungan erat dengan ilmu geologi sejarah yang mempelajari sejarah dari bumi sejak terbentuknya hingga sekarang.
B.           Aplikasi Ilmu Geologi
Aplikasi ilmu geologi dapat merupakan hal yang sangat penting pada beberapa bidang lain. Pemanfaatan ini terus berkembang dan sangat dibutuhkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta kebutuhanmanusia yang semakin bertambah. Bidang‑bidang yang sangat membutuhkan aplikasi dan Ilmu geologi adalah pada bidang:
a)     Pertambangan(mining geology) untuk mengetudbut proses pembentukan endapan mineral yang bersifat ekonarris yang sangat dibutuhkan oleh manusia
b)    Perminyakan(Petroleoum geology) untuk mengetahui jebakan‑jebakan minyak dan gas bumi.
c)     Hidrologi (Hydrogeology) mempelajari mengenai kejadian dim pemanfaatan air tanah.
d)    Geologi teknik (Engineering geology) mempelajari hubungan antarailmu geologi dengan problem‑problem keteknikan
e)     Geologi lingkungan (Environment geology),geologi sangat diperlukan untuk mengevaluasi interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
f)     dan masih banyak aplikasi ilmu geologi lainnya dan hampir semua bidang ilmu yang berhubungan dengan bumi selalu mernbutuhkan pengetahuan tentang geologi.
2.3.3    Kepenting dan Kegunaan Ilmu Geologi
Dari apa yang telah diuraikan diatas, dapat diketahui beberapa kepentingan dalammempelajari ilmu geologi. Dibawah ini beberapa kepentingan tersebut:
a)     Ilmu geologi dapat membantu untukmengetahui dan memahami awal terjadi dan struktur dari bumi sebagai planet khususnya daratandan lautan yang menyusun kerak bumi.
b)    Ilmu geologi dapat membantu menjelaskan karakterisstik dan babbling alam yang sangat bervariasi dan bagaimana bentang dan yang sangat berbeda ini dapat terbentuk dan dimanfaatkan oleh manusia.
c)     Pengetahuan geologi sangat membantu untuk mengetahui dimana mineral dan batuan berharga dapat dijumpai.
d)    Ilmu geologi sangat penting dalam hubungannya dengan sumber daya air, karena keberadaan air sangat tergantung juga pada jenis atau macam batuannya.
e)     Pengetahuan geologi sangat membantu untuk memprediksikan atau meramalkan kemungkinan‑kemungkinan terjadinya bencana alarn seperti longsoran, aktivitas gunungapi dan sebagainya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar