Senin, 18 Oktober 2010

Minyak Bumi

CARA MENDAPATKAN MINYAK BUMI

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.

1. Seismik
Proses ini bertujuan untuk mencari t4 yang memiliki kandungan gas/ minyak bumi. Dengan menggunakan gelombang akustik (acoustic waves) yang merambat ke lapisan tanah. Gelombang ini direfleksikan dan ditangkap lagi oleh sensor. Dari proses perambatan gelombang ini akan diolah dan terlihatlah lapisan-lapisan tanah untuk diolah manakah lapisan yang berpotensi mengandung gas/oil.
Gambar 1 Metode Seismik
Gambar 2 Seismic Methode


2. Drilling and Well Construction
Proses ini disebut juga proses “pengeboran minyak”. Biasanya menggunakan ring (tempat untuk mensupport proses pengeboran, dsb). Mudahnya kita membuat lubang di tempat yang diidentifikasi ada kemungkinan sumber daya minyak/gas di tempat tersebut.

Perlu di ketahui dalam proses ini ada kemungkinan blow out (pressure yang ga bisa di kontrol, langsung ke surface), jadi harus ada pengendalian pressure dari dalam tanah.

Pressure downhole / dalam tanah lebih besar dari pressure atmosferik, untuk mengimbanginya biasanya pake mud a.k.a lumpur dengan spesific gravity (berat jenis) tertentu. Mud ini akan menciptakan hydrostatic pressure yang bisa menahan pressure dari dalam.

Setelah “lubang” siap, maka selanjutnya akan di cek apakah ada kandungan minyak/ gas nya.

Gambar 3 Drilling

3. Well Loging
Proses ini yang paling mahal. Tool nya mahal, karena harus tahan pressure dan temperature yang tinggi. Di samping memetakan lapisan tanah, proses ini juga mengambil sample untuk nantinya d cek kandungannya (minyak, gas, ato cuma air).
Gambar 3 Well Loging

Dari sini ketahuan lapisan tanah dan batuan. Mana yang mengandung air, mana yang ada gas, dan lapisan tanah mana yang “mungkin” ada kandungan minyaknya.

4. Well Testing

Proses ini adalah proses dimana lapisan yang diperkirakan mengandung oil/gas di “tembak”, dengan explosif. Setelah itu minyak yang terkandung diantara pori-pori batuan akan mengalir menuju tempat yang pressure nya lebih kecil (ke atmosferik a.k.a ke permukaan tanah).

Untuk mengontrol pergerakan ini, sumur diisi dengan liquid tertentu untuk menjaga under balance (sumur masih bisa di “kendalikan” dan tidak blow out), contoh liquid: Brine, diesel, ato air aja.

Gas, minyak, air, ataupun berbagai macam zat yang keluar akan dicari rate nya. Untuk minyak berapa bopd(barrell oil per day) yang bisa dihasilkan. Untuk gas, berapa mmscfmm/d (million metric standart cubic feet per day atau berapa juta cubic feet) yang bisa dihasilkan sumur tersebut.

Proses testing ini juga mengambil sample liquid maupun gas, dan juga data-data tentang pressure, temperature, specific grafity, dll untuk selanjutnya diolah oleh reservoir engineer. Data ini akan menunjukan seberapa besar dan seberapa lama kemampuan berproduksi dari reservoir sumur tersebut.
Gambar 5 Well Loging

Gas/minyak dibakar agar tidak mencemari lingkungan. Sistem pembakarannya sudah sangat maju, dengan mixture gas, minyak, angin, dan air untuk menjadikan pembakaran yang optimal.

5. Well Completion

Proses ini adalah proses instalasi aksesoris sumur sebelum nantinya sumur siap diproduksi. Fungsi utamanya adalah menyaring “pasir” yang dihasilkan setelah proses penembakan dalam well testing. Pasir yang sampai ke surface dengan pressure diibaratkan “peluru” yang nantinya akan membahayakan line produksi. Pipa produksi akan terkikis oleh pasir dan akhirnya burst (pecah).
Gambar 6 Well Completion

Dengan completion ini (alatnya gravel pack), akan menangkap pasir di dalam sumur dan menyaringnya sehingga tidak ikut ke surface.

5. Production
Inilah proses yang membahagiakan, dimana sumur siap untuk berproduksi dan nantinya akan diolah lagi ke tempat penyulingan untuk diolah dalam berbagai bentuk. Contoh: Minyak tanah, bensin, solar,kerosin, lpg, dll.
Gambar 7 Production


Dan Ini Negara Penghasil Minyak Terbesar Dunia
1. Arab Saudi
Arab Saudi mempunyai hampir 20% cadangan minyak dunia dan merupakan pengekspor minyak terbesar. Sekitar 11% impor minyak Amerika Serikat berasal dari Arab Saudi pada tahun 2005.
2. Kanada
Mengejutkan banyak pihak bahwa Kanada mempunyai hampir 13% cadangan minyak. Tetapi kebanyakan minyak tersimpan di dalam pasir minyak, suatu deposit aspal yang harus diolah terlebih dahulu menjadi minyak mentah sebelum dapat di refinasi.
3. Iran
Iran mempunyai 10% cadangan minyak dunia. Tetapi negara tersebut terkena sanksi ekonomi dan ekspor, oleh karena itu tidak berkontribusi secara langsung terhadap impor minyak Amerika Serikat.
4. Irak
Ekonomi Irak lebih banyak di dorong oleh sektor minyak. Dengan menguasai 8% cadangan minyak dunia, pendapatan negara 95% bergantung pada minyak.
5. Uni Emirat Arab
Cadangan minyak dan gas bumi Uni Emirat Arab dapat bertahan selama lebih dari 100 tahun. Selama 30 tahun terakhir ini cadangan minyak Uni Emirat Arab berjumlah 7% cadangan minyak dunia. Uni Emirat Arab telah berubah dari negara miskin menjadi negara dengan standar hidup yang tinggi.
6. Kuwait
Kuwait adalah negara kecil tetapi kaya yang mempunyai cadangan minyak hampir sama dengan Uni Emirat Arab. Setelah bebas dari invasi Irak, Kuwait telah menghabiskan lebih dari US$5 milyar untuk memperbaiki infrastruktur minyak.
7. Venezuela
Sekitar 80% pendapatan negara begantung dari sektor minyak. Memegang 5,6% cadangan minyak dunia, Venezuela berkontribusi sebanyak 11% dari impor Amerika Serikat.
8. Rusia
Rusia mempunyai 5% cadangan minyak dunia tetapi merupakan pengekspor minyak terbesar kedua setelah Arab Saudi. Pendapatan dari ekspor minyak telah meningkatkan cadangan devisa Rusia sejak tahun 2005. Rusia juga pengkonsumsi minyak terbesar kelima di dunia.
9. Libya
Negara di utara Afrika yang menguasai 3% cadangan minyak dunia ini, hampir seluruh ekonominya bergantung pada ekspor minyak yaitu 95%.
10. Nigeria
Nigeria adalah negara kaya minyak yang menguasai 2,5% cadangan minyak dunia, dan hampir keseluruhan ekonominya bergantung dari sektor minyak.


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3513929

Resume UUD No 23 tahun 2010

RESUME
NOMOR 23 TAHUN 2010
TENTANG
PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN
MINERAL DAN BATUBARA



Pertambangan, Mineral, Batubara, Pertambangan Mineral, Pertambangan Batubara, Usaha Pertambangan, Izin Usaha Pertambangan yang selanjutnya disebut IUP, Badan Usaha, Wilayah Izin Usaha Pertambangan yang selanjutnya disebut WIUP, Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi yang selanjutnya disebut IUP Eksplorasi, Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi yang selanjutnya disebut IUP Operasi Produksi, Wilayah Usaha Pertambangan Khusus yang selanjutnya disebut WUPK, Izin Usaha Pertambangan Khusus yang selanjutnya disebut IUPK, Izin Usaha Pertambangan Khusus Eksplorasi yang selanjutnya disebut IUPK Eksplorasi, Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi yang selanjutnya disebut IUPK Operasi Produksi, Wilayah Pertambangan Rakyat yang selanjutnya disebut WPR, Izin Pertambangan Rakyat yang selanjutnya disebut IPR, Eksplorasi, dan Operasi Produksi adalah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Afiliasi adalah badan usaha yang mempunyai kepemilikan saham langsung dengan pemegang IUP atau IUPK.
Badan Usaha Swasta Nasional adalah badan usaha, baik yang berbadan hukum maupun yang bukan berbadan hukum, yang kepemilikan sahamnya 100% (seratus persen) dalam negeri.
Badan usaha milik negara yang selanjutnya disebut BUMN, adalah BUMN yang bergerak di bidang pertambangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara ditujukan untuk melaksanakan kebijakan dalam mengutamakan penggunaan mineral dan/atau batubara untuk kepentingan dalam negeri.
(1)   Pertambangan mineral dan batubara dikelompokkan ke dalam 5 (lima) golongan komoditas tambang:
a.    mineral radioaktif meliputi radium, thorium, uranium, monasit, dan bahan galian radioaktif lainnya;
b.   mineral logam meliputi litium, berilium, magnesium, kalium, kalsium, emas, tembaga, perak, timbal, seng, timah, nikel, mangaan, platina, bismuth, molibdenum, bauksit, air raksa, wolfram, titanium, barit, vanadium, kromit, antimoni, kobalt, tantalum, cadmium, galium, indium, yitrium, magnetit, besi, galena, alumina, niobium, zirkonium, ilmenit, khrom, erbium, ytterbium, dysprosium, thorium, cesium, lanthanum, niobium, neodymium, hafnium, scandium, aluminium, palladium, rhodium, osmium, ruthenium, iridium, selenium, telluride, stronium, germanium, dan zenotin;
c.    mineral bukan logam meliputi intan, korundum, grafit, arsen, pasir kuarsa, fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika, magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, fire clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu kuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu gamping untuk semen;
d.   batuan meliputi pumice, tras, toseki, obsidian, marmer, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth), slate, granit, granodiorit, andesit, gabro, peridotit, basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah urug, batu apung, opal, kalsedon, chert, kristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu terkersikan, gamet, giok, agat, diorit, topas, batu gunung quarry besar, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, batu kali, kerikil sungai ayak tanpa pasir, pasir urug, pasir pasang, kerikil berpasir alami (sirtu), bahan timbunan pilihan (tanah), urukan tanah setempat, tanah merah (laterit), batu gamping, onik, pasir laut, dan pasir yang tidak mengandung unsur mineral logam atau unsur mineral bukan logam dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan; dan
e.    batubara meliputi bitumen padat, batuan aspal, batubara, dan gambut.
Untuk bisa bererak di dalam dunia pertambangan, kita harus memenuhi salah satu izin yang dikeluarkan oleh Lingkup Peraturan Pemerintah ini meliputi pemberian IUP, IPR, dan IUPK, kewajiban pemegang IUP, IPR, dan IUPK, serta pengutamaan penggunaan mineral logam dan/atau batubara untuk kepentingan dalam negeri.
Perizinan Usaha Pertambangan:
 (1) IUP diberikan oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya berdasarkan permohonan yang diajukan oleh:
a.    badan usaha;
b.   koperasi; dan
c.    perseorangan.
(2)  Badan usaha sebagaimana dimaksud dapat berupa badan usaha swasta, BUMN, atau BUMD.
(3) Perseorangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berupa orang perseorangan, perusahaan firma, atau perusahaan komanditer.
huruf c meliputi:
a.     untuk IUP Eksplorasi meliputi pernyataan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
b.     untuk IUP Operasi Produksi meliputi:
1.  pernyataan kesanggupan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; dan
2.  persetujuan dokumen lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 27
(1) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf d untuk:
a. IUP Eksplorasi, meliputi:
1. bukti penempatan jaminan kesungguhan pelaksanaan kegiatan eksplorasi; dan

2. bukti pembayaran harga nilai kompensasi data informasi hasil lelang WIUP mineral logam atau batubara sesuai dengan nilai penawaran lelang atau bukti pembayaran biaya pencadangan wilayah dan pembayaran pencetakan peta WIUP mineral bukan logam atau batuan atas permohonan wilayah.
b. IUP Operasi Produksi, meliputi:
1.     laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik;
2.     bukti pembayaran iuran tetap 3 (tiga) tahun terakhir; dan
3.     bukti pembayaran pengganti investasi sesuai dengan nilai penawaran lelang bagi pemenang lelang WIUP yang telah berakhir.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai jaminan kesungguhan diatur dengan Peraturan Menteri.

PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
Pasal ini menegaskan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Mengingat mineral dan batubara sebagai kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan, pengelolaannya perlu dilakukan seoptimal mungkin, efisien, transparan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan, serta berkeadilan agar memperoleh manfaat sebesar-besar kemakmuran rakyat secara berkelanjutan.
Sejalan dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, perlu melakukan penataan kembali pengaturan yang berkaitan dengan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara, yang meliputi:
1.     Pengusahaan pertambangan diberikan dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan, Izin Usaha Pertambangan Khusus, dan Izin Pertambangan Rakyat.
2.     Pengutamaan pemasokan kebutuhan mineral dan batubara untuk kepentingan dalam negeri guna menjamin tersedianya mineral dan batubara sebagai bahan baku dan/atau sebagai sumber energi untuk kebutuhan dalam negeri.
3.     Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan usaha pertambangan secara berdaya guna, berhasil guna, dan berdaya saing.
4.     Peningkatan pendapatan masyarakat lokal, daerah, dan negara, serta menciptakan lapangan kerja untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat.
5.     Penerbitan perizinan yang transparan dalam kegiatan usaha pertambangan mineral sehingga iklim usaha diharapkan dapat lebih sehat dan kompetitif.


Sabtu, 16 Oktober 2010

Laporan Akhir Gelogi Struktur


PENDAHULUAN
Gambaran mengenai bentuk dan hubungan dari keadaan batuan di kerak bumi ini disebut dengan struktur geologi. Pengertian dari geometri unsur struktur adalah penggambaran suatu objek secara tepat, serta merupakan cara pemecahan problema ruang secara grafis.
Dalam pengaplikasian teori-teori yang telah diperoleh dari kegiatan praktikum dilaboraturium dilakukan dalam kegiatan ekskursi lapangan. Kegiatan ini juga merupakan salah satu kegiatan akhir dalam kegiatan praktikum Gelologi Struktur Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung yang berkaitan dalam pemahaman secara langsung suatu obyek geologi dilapangan, sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan praktikan dalam pemahaman teori-teori Geologi Struktur.
Kegiatan ini bertujuan dalam pengenalan serta pemahaman struktur-struktur geologi sesuai dengan keadaan aslinya dilapangan. Pengenalan serta pemahaman terhadap struktur-struktur geologi tersebut didapatkan jika kita langsung melakukan kegiatan pengamatan dilapangan melalui singkapan- singkapan batuan (out crops). Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana pemahaman dalam pendeskripsian singkapan batuan, struktur geologi (kekar, sesar dan lipatan) sehingga diharapkan dapat memahami serta menyimpulkan baik asal mula keterdapatan batuan, bagaimana keterjadian struktur yang ada berdasarkan hubungan dari data-data yang diperoleh dilapangan.

LOKASI DAN KESAMPAIAN DAERAH
Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 12 – 14 Juli 2010. Lokasi kegiatan Ekskursi Geologi Struktur ini terletak di Desa Cikidang, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat. Secara regional posisi geografis daerah Ekskursi terletak pada koordinat antara 186942 197968 mE dan 9229000 – 9238835 mS.
       Sumber : Lab.geologi
Gambar 1
Peta Administrasi Kesampaian Daerah

Untuk mencapai daerah lokasi kegiatan ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat ± selama 5 jam perjalanan. Daerah ini mempunyai jarak + 220 Km dari kota Bandung dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat dengan perjalanan sekitar 5 – 7 jam dari Kota Bandung karena jalan yang digunakan berlubang dan terdapat tanjakan yang bersisi tebing curam dan jurang sehingga kendaraan tidak dapat dipacu dengan kecepatan tinggi.

TOPOGRAFI DAN MORFOLOGI DAERAH KEGIATAN
Daerah penelitian merupakan bagian dari zona Bogor Bagian Timur, dengan morfologi berbentuk perbukitan di sebelah Selatan dan dataran di sebelah Utara. Dan pada umumnya daerah ini merupakan daerah pebukitan baik perbukitan yang bergelombang lemah sampai bergelombang sedang. Kondisi wilayah penelitian cenderung ditumbuhi dengan vegetasi berupa alang-alang, tumbuhan palawija yang merupakan pertanian penduduk setempat, serta tumbuhan hutan. Karena kemiringan lereng yang cenderung cukup terjal, kondisi batuan yang ditemukan ada yang masih utuh dan ada pula yang sudah mengalami pelapukan.
       Sumber : Lab.geologi
Gambar 2
Peta Topografi Daerah Ekskursi Geologi Struktur

GEOLOGI DAERAH KEGIATAN
Struktur Geologi yang dapat ditemui didaerah Cikidang dan sekitarnya diantaranya: Struktur lipatan (antiklin dan sinklin) yang berarah umur relatif Baratlaut-Tenggara, sesar naik dengan arah umum relatif Baratlaut – Tenggara dan sesar mendatar yang berarah Timurlaut – Baratdaya.
Sedangkan Struktur Sesar yang terdapat di daerah daerah S. Cisuluheun berarah relatif Baratlaut – Tenggara,  S. Cilutung  ke arah Baratdaya melalui S. Cidarma, S. Cimeong, S. Cimanoingtim, dan S. Cihikeu.
        Sumber : Lab.Geologi
Gambar 3
Peta Geologi Daerah Ekskursi Geologi Struktur

Adapun secara statigrafi batuannya ialah :
Hasil Gunungapi Tua-Breksi (Qvb) :
Breksi gunungapi, endapan lahar. yang terdiri atas batuan beku yang bersifat andesit dan basal. Batuan ini tersingkap di bagian Selatan dan Timur.
Hasil Gunungapi Tua Tak Teruraikan (Qvu) :
Breksi gunungapi, lahar lava bersifat andesit dan basal.
Formasi Halang Bawah (Tpk) :
Batulempung dengan sisipan batupasir tufaan, konglomerat; setempat ditemukan lapisan-lapisan batupasir gampingan dan batugamping.
Anggota Atas Dari Formasi Halang (Tmhu) :
Batupasir tuf, lempung, konglomerat. Batupasir merupakan bagian yang utama.
Anggota Bawah dari Formasi Halang (Tmhl) :
Breksi gunungapi yang bersifat andesit dan basal. Disamping itu ditemukan juga tuf dan lempung serta konglomerat; morfologi berupa questa.
Anggota Serpih Dari Formasi Cinambo (Tomcu) :
Serpih dengan selingan batupasir dan batugamping, batupasir gampingan, batupasir tufaan tebal 400 – 500 m.

HASIL KEGIATAN LAPANGAN
Kegiatan Hari Pertama di Sungai Cilutung dan Sungai Ciwaru
STASIUN 1
Pada stasiun ini terdapat singkapan dengan koordinat 197164 mE dan 9229351 mS yang berada disebelah kiri aliran Sungai Cilutung tepatnya dibawah jembatan yang terletak pada elevasi 352 mdpl. Vegetasinya berupa tumbuhan pisang, bambu, pohon kelapa, dan rumput ilalang. sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang lemah ditunjukkan dengan tebing yang landai. Dari hasil pengamatan yang diperoleh kedudukan  singkapan N 1060 E / 340, dengan panjang 23 meter dan lebar 9,5 meter, singkapan berupa perselingan antara batulempung dan batupasir

Foto 1
Arah Foto N 80 E
Singkapan Lapisan Batupasir dan Batulempung


STASIUN 2
Pada stasiun 2 ini terdapat 2 singkapan. Singkapan pertama dengan koordinat 197339 mE dan 9229208 mS berada di sebelah kanan arah aliran sungai Cilutung, yang terletak pada elevasi 354 mdpl. Vegetasi berupa tumbuhan pisang, bambu, pohon kelapa, dan rumput ilalang. Sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang kuat ditunjukkan dengan tebing yang terjal. Dari hasil pengukuran yang diperoleh kedudukan singkapan pertama N 980 E / 310 dengan panjang 22 meter dan lebar 7 meter. Singkapan ini merupakan perselingan batupasir dan batulempung.
Singkapan kedua dengan koordinat 197328 mE dan 9229181 mS berada di sebelah kanan arah aliran sungai, yang terletak pada elevasi 354 mdpl. Vegetasi berupa tumbuhan pisang, bambu, pohon kelapa, dan rumput ilalang. Sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang kuat dengan adanya indikasi tebing yang terjal. Dari hasil pengukuran yang diperoleh kedudukan singkapannya N 1040 E / 750, dengan panjang 22 meter dan lebar 4 meter, Singkapan ini merupakan perselingan batupasir dan batulempung. Pada stasiun ini terdapat struktur berupa sesar hal ini terlihat dari perbedaan singkapan serta adanya puncak lipatan yang berakibat patahan pada lapisan batuan tersebut, setelah dilakukan pengukuran didapatkan arah sesar pada singkapan tersebut yaitu N 950 E, heave 0,2, Throw 0,4.

Foto 2
Arah Foto N 1100 E
Singkapan 1 Stasiun 2 Lapisan Batupasir dan Batulempung

Foto 3
Arah Foto N 870 E
Singkapan 2 Stasiun 2 Lapisan Batupasir dan Batulempung

STASIUN 3                                                                   
Pada stasiun ini dengan koordinat 197287 mE dan 9229090 mS terdapat singkapan yang berada di sebelah kanan arah aliran sungai Cilutung yang terletak pada elevasi 361 mdpl. Vegetasi berupa tumbuhan pisang, bambu, pohon jati, dan rumput ilalang. Sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang lemah ditunjukkan dengan tebing yang landai. Dari hasil pengamatan yang diperoleh kedudukan singkapanya N 1060 E / 370, dengan panjang 16,3 meter dan lebar 2 meter, singkapan ini merupakan perselingan antara batulempung dan batupasir tetapi terdapat ketidakselarasan (Unconformity) dikarenakan adanya batuan breksi pada lapisan tersebut
Foto 4
Arah Foto N 1620 E
Singkapan Lapisan Batupasir dan Batulempung yang ditutupi oleh breksi

STASIUN 4
Stasiun ini berada di koordinat 197214 mE dan 9229039 mS terdapat singkapan yang berada di sebelah kiri arah aliran sungai Cilutung yang terletak pada elevasi 358 mdpl. Vegetasi berupa tumbuhan pisang, bambu, singkong, dan rumput ilalang. sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang sedang ditunjukkan dengan tebing yang sedikit terjal. Dari hasil pengamatan yang diperoleh kedudukan singkapanya N 1250 E / 360, dengan panjang singkapan 10,1 meter, singkapan ini merupakan perselingan antara batulempung dan batupasir yang tersingkap didinding tebing sungai Cilutung.

Foto 5
Arah Foto N 2380 E
Singkapan batulempung dan batupasir

STASIUN 5
Stasiun ini berada dipinggir sungai Ciwaru dengan koordinat 197503 mE dan 9229065 mS  yang terletak pada elevasi 370 mdpl. Vegetasi pada singkapan ini berupa tumbuhan pisang, bambu dan rumput ilalang. sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang lemah ditunjukkan dengan bukit yang landai. Pada stasiun ini terdapat singkapan berupa batuan beku yang berada di sebelah kiri arah aliran sungai, dan pada singkapan ini dilakukan pengamatan struktur kekar. Dengan pengerjaan diagram roset dan kipas didapatkan arah umum kekarnya yakni, untuk diagram roset S 31-40 W dan untuk diagram kipas N 51-60 W.
Tabel 1.
Pengamatan Struktur Kekar
No.
Arah Jurus
No.
Arah Jurus
No.
Arah Jurus
1
N 2400 E
34
N 1460 E
67
N 110 E
2
N 1510 E
35
N 2080 E
68
N 2850 E
3
N 2030 E
36
N 2950 E
69
N 3090 E
4
N 3230 E
37
N 3460 E
70
N 410 E
5
N 2570 E
38
N 3580 E
71
N 3040 E
6
N 1290 E
39
N 1590 E
72
N 140 E
7
N 2030 E
40
N 3150 E
73
N 2160 E
8
N 1930 E
41
N 1190 E
74
N 1300 E
9
N 2900 E
42
N 1860 E
75
N 2140 E
10
N 3250 E
43
N 3080 E
76
N 1390 E
11
N 1120 E
44
N 2990 E
77
N 1900 E
12
N 40 E
45
N 3020 E
78
N 1280 E
13
N 3350 E
46
N 3140 E
79
N 2530 E
14
N 870 E
47
N 3260 E
80
N 2620 E
15
N 240 E
48
N 1950 E
81
N 1410 E
16
N 1230 E
49
N 2870 E
82
N 2300 E
17
N 3130 E
50
N 2800 E
83
N 1310 E
18
N 30 E
51
N 2900 E
84
N 1950 E
19
N 670 E
52
N 2120 E
85
N 450 E
20
N 2010 E
53
N 2120 E
86
N 890 E
21
N 2160 E
54
N 2120 E
87
N 3120 E
22
N 2350 E
55
N 2550 E
88
N 190 E
23
N 1840 E
56
N 2060 E
89
N 1080 E
24
N 1930 E
57
N 1800 E
90
N 2110 E
25
N 1890 E
58
N 50 E
91
N 490 E
26
N 2100 E
59
N 2850 E
92
N 291 E
27
N 2140 E
60
N 200 E
93
N 1330 E
28
N 1640 E
61
N 3410 E
94
N 2800 E
29
N 1500 E
62
N 180 E
95
N 510 E
30
N 1260 E
63
N 2770 E
96
N 180 E
31
N 1160 E
64
N 2900 E
97
N 2120 E
32
N 1240 E
65
N 260 E
33
N 1210 E
66
N 310 E

Foto 6
Arah Foto N 1750 E
Singkapan pada Stasiun 5

STASIUN 6
Stasiun ini berada di koordinat 197553 mE dan 9229225 mS terdapat singkapan yang berada di sebelah kanan arah aliran sungai Ciwaru yang terletak pada elevasi 375 mdpl. Vegetasi berupa tumbuhan pisang, bambu, Pohon jati, dan rumput ilalang. sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang kuat ditunjukkan dengan adanya tebing yang terjal. Dari hasil pengamatan yang diperoleh kedudukan N 1050 E / 350, pada singkapan ini terdapat struktur berupa sesar naik dengan arah sesar N 950 E, heave 0,2, Throw 0,4, dengan panjang singkapan 10 meter, singkapan ini merupakan perselingan antara batulempung dan batupasir.
Foto 7
Arah Foto N 1750 E
Singkapan batulempung dan batupasir


Kegiatan Hari Kedua di Sungai Cijurey
STASIUN 1
Stasiun ini berada disungai Cijurey dengan koordinat 197531 mE dan 9229470 mS, singkapan ini berada dikanan dan kiri aliran yang terletak pada elevasi 334 mdpl. Vegetasi berupa tumbuhan pisang, bambu, Pohon jati, dan rumput ilalang. sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang kuat ditunjukkan dengan adanya tebing yang terjal. Kedudukan singkapan ini N 880 E/390, yang merupakan singkapan batuan sedimen yang berupa perselingan batupasir dan batulempung serta terdapat sisipan kalsitnya, selain itu terdapat juga ketidakselarasan yakni terdapatnya breksi diatas lapisan batu sedimen.
Foto 8
Arah Foto N 1790 E
Singkapan batulempung - batupasir Sisipan Kalsit dan ditutupi Breksi

STASIUN 2
Stasiun ini berada disungai Cijurey dengan koordinat 197565 mE dan 9229342 mS, singkapan ini berada dikanan aliran sungai yang terletak pada elevasi 332 mdpl. Vegetasi pada singkapan ini berupa tumbuhan pisang, bambu dan rumput ilalang. sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang lemah dan terdapat singkapan berupa intrusi batuanbeku. Disingkapan ini dilakukan pengamatan terhadap struktur kekar yang terdapat pada batuan beku, dari pengerjaan diagram kipas dan roset didapat arah umum kekar untuk diagram roset yaitu, S 0-100 W, S 0-100 E, N 51-600 W, N 71-800 W, untuk diagram kipas arah umumnya N 51-60 W.
Tabel 2
Pengamatan Struktur Kekar
No.
Arah Jurus
No.
Arah Jurus
No.
Arah Jurus
No.
Arah Jurus
1
N 1980 E
41
N 2640 E
81
N 2510 E
121
N 1810 E
2
N 3020 E
42
N 3200 E
82
N 2900 E
122
N 1230 E
3
N 3330 E
43
N 3440 E
83
N 880 E
123
N 1800 E
4
N 3340 E
44
N 2560 E
84
N 2940 E
124
N 1190 E
5
N 3080 E
45
N 1880 E
85
N 2630 E
125
N 1980 E
6
N 2100 E
46
N 2830 E
86
N 2880 E
126
N 1490 E
7
N 1900 E
47
N 2110 E
87
N 1710 E
127
N 2570 E
8
N 2850 E
48
N 610 E
88
N 3210 E
128
N 1710 E
9
N 3000 E
49
N 720 E
89
N 2510 E
129
N 1890 E
10
N 1380 E
50
N 790 E
90
N 2890 E
130
N 1350 E
11
N 1510 E
51
N 810 E
91
N 350 E
131
N 3070 E
12
N 1500 E
52
N 1020 E
92
N 180 E
132
N2860 E
13
N 1590 E
53
N 1720 E
93
N 1550 E
133
N 2250 E
14
N 3400 E
54
N 1640 E
94
N 1090 E
134
N 3500 E
15
N 3260 E
55
N 1000 E
95
N 1300 E
135
N 160 E
16
N 3100 E
56
N 2960 E
96
N 1330 E
136
N 3050 E
17
N 3200 E
57
N 2960 E
97
N 2050 E
137
N 40 E
18
N3250 E
58
N 1190 E
98
N 2150 E
138
N 3040 E
19
N 3150 E
59
N 1490 E
99
N 2430 E
139
N 3120 E
20
N 3390 E
60
N 1350 E
100
N 1090 E
140
N 2920 E
21
N 1400 E
61
N 2720 E
101
N 2850 E
141
N 2410 E
22
N 1450 E
62
N 2920 E
102
N 2790 E
142
N 2400 E
23
N 1360 E
63
N 2870 E
103
N 410 E
143
N 2650 E
24
N 2990 E
64
N 2840 E
104
N 390 E
144
N 2620 E
25
N 1860 E
65
N 2130 E
105
N 1590 E
145
N 2660 E
26
N 2480 E
66
N 2780 E
106
N 70 E
146
N 2750 E
27
N 2980 E
67
N 2430 E
107
N 1860 E
147
N 2700 E
28
N 3310 E
68
N 2380 E
108
N 1290 E
148
N 2730 E
29
N 2320 E
69
N 2020 E
109
N 2420 E
149
N 2840 E
30
N 2390 E
70
N 1690 E
110
N 2450 E
150
N 3100 E
31
N 2880 E
71
N 2120 E
111
N 1890 E
151
N 3060 E
32
N 540 E
72
N 1610 E
112
N 100 E
152
N 1860 E
33
N 2290 E
73
N 1200 E
113
N 3090 E
153
N 1900 E
34
N 2460 E
74
N 2640 E
114
N 1640 E
154
N 1790 E
35
N 1360 E
75
N 3160 E
115
N 3070 E
155
N 1860 E
36
N 3320 E
76
N 3340 E
116
N 1280 E
156
N 1780 E
37
N 3040 E
77
N 2910 E
117
N 400 E
157
N 1750 E
38
N 2810 E
78
N 1880 E
118
N 3440 E
158
N 1720 E
39
N 1390 E
79
N 1750 E
119
N 1780 E
159
N 1740 E
40
N 2720 E
80
N 2510 E
120
N 3090 E
160
N 2400 E


Foto 9
Arah Foto N 1750 E
Singkapan Stasiun 2

STASIUN 3
Stasiun ini berada disungai Cijurey dengan koordinat 197866 mE dan 9229199 mS, singkapan ini berada dikanan aliran sungai yang terletak pada elevasi 334 mdpl. Vegetasi berupa tumbuhan pisang, padi dan rumput ilalang. sedangkan morfologi daerah penelitian merupakan daerah morfologi bergelombang lemah ditunjukkan dengan adanya bukit yang landai. Pada stasiun ini dilakukan pengambilan data measure section perkelompok dengan panjang 20 m/kelompok. Dilakukan pengambilan kedudukan singkapan sebanyak tiga kali yaitu N 1020 E/320, N 1060 E/330, N 1040 E/250, dan slope 20, bearing 1670, dan merupakant singkapan batuan sedimen yang berupa perselingan batupasir dan batulempung serta terdapat sisipan kalsit.
      
    Foto 10                                            Foto 11                                            Foto 12
       Arah Foto N 1680 E                          Arah Foto N 1560 E                          Arah Foto N 1490 E       

KESIMPULAN
Setelah melakukan ekskursi lapangan geologi struktur di Desa Cikidang, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat. Kami dapat memahami dan mengenal bagaimana struktur – struktur geologi yang berada dilapangan serta dapat mengaplikasikan teori – teori yang didapat dari kegiatan praktikum dilaboratorium. Dari hasil pengamatan dilapangan dapat disimpulkan bahwa daerah ini merupakan daerah pengendapan batuan sedimen yang berupa perselingan batupasir dan batulempung, tetapi terdapat juga beberapa ketidakselarasan dibeberapa titik berupa non-conformity yakni terdapatnya lapisan batuan beku yang berupa batuanbreksi vulkanik diatas lapisan batuan sedimen.
Pada beberapa singkapan batuan di daerah ini juga terdapat struktur geologi yakni lipatan, sesar berupa sesar naik juga kekar. Selain itu pada beberapa singkapan batuan sedimen yang berupa perselingan batupasir dan batulempung terdapat sisipan kalsit (CaCO3), yang merupakan hasil pelapukan dari batugamping.




Thank for The Dream Team
Masuk Presentasi jam 23.46 WIB selesai jam 03.36 WIB*
The Dream Team :

  • Rahman arif               10070107013 dengan nilai B
  • Indra Purnama           10070108051 dengan nilai B
  • Iqbal Alamsyah          10070108019 dengan nilai B
  • Raran Teza N            10070108029 dengan nilai B
  • Fajriansyah                10070108045 dengan nilai B
  • Fachrul Latuconsina  10070107027 dengan nilai B
Catatan : Terima Kasih Untuk Setiya Arum Wulandari, yang telah menemaniku ketika menunggu waktu presentasi hingga jam 23.46 WIB.
karenamu, doamu, teman-teman dan doa dari keluarga aku dan The Dream Team Geologi Struktur bisa berhasil mempresentasikan hasil lapangan kami.